Langsung ke konten utama

Kapan Anak Siap Masuk SD?

Akhir-akhir ini saya sering memikirkan satu hal yang mungkin juga sedang dipikirkan banyak orang tua lainnya: "sebenarnya, kapan sih anak benar-benar siap masuk SD? Usia 6 atau 7 tahun?"

Sebelum lanjut, sedikit disclaimer saya bukan seorang ahli, bukan psikolog, saya hanya seorang ibu dari 2 anak yang seperti orangtua lainnya, sedang berada di fase mempersiapkan anak untuk masuk Sekolah Dasar. Narasi ini lebih ke arah berbagi sudut pandang dan keresahan pribadi, yang ternyataa..... cukup relate dengan banyak orang

Berawal waktu lalu, saya sempat bertanya di Threads tentang kesiapan anak masuk SD. Awalnya saya pikir, jawabannya akan sederhana. ohhhh, ternyata tidaaak. Banyak buibu yang berbagi pengalaman dan pendapat dan menarik cukup banyak yang sepakat bahwa "Kemampuan calistung tidak cukup". 

 

Disini saya sebagai ibu yang memiliki anak laki-laki yang akan memasuki usia Sekolah Dasar mulai sadar mungkin selama ini kita terlalu fokus pada kemampuan akademik, padahal ada hal lain yang tidak kalah penting. Banyak ibu yang akhirnya memilih menunda anaknya masuk SD di usia 6 tahun dan lebih memilih memasukkan di usia 7 tahun. Alasannya bukan karena anaknya belum pintar tapi karena mereka ingin anaknya lebih siap secara sosial dan emosional. Ini mungkin tidak terlihat "wah"tapi justru sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari disekolah. Karena pada akhirnya, tidak ada jawaban yang benar-benar sama untuk semua anak.

Setiap anak punya waktunya masing-masing. Ada yang diusia 6 tahun sudah siap baik segi akademik dan sosial emosionalnya, tapi ada juga yang butuh sedikit waktu untuk benar-benar matang. Dan itu tidak apa-apa.

Usia boleh sama, tapi kesiapan bisa berbeda. Jadi mari kita lihat kesiapan buah hati masing-masing, karena pada akhirnya kita paling tahu sejauh mana mereka siap melangkah.
Tetap semangat membersamai tumbuh kembang anak-anak ya Ayah Ibu

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kawah Putih, Situ Patenggang , Kebun teh Ciwidey Bandung

Kamis, 29 Oktober 2014 pukul 15.30  St. Kiara Condong Kereta kita berhenti di  salah satu stasiun besar di Bandung. Ya. Kiara Condong. Siapa yang tak kenal dengan stasiun ini. Stasiun yang telah memberikan beberapa kenangan bagi sebagian orang ini, masih saja terlihat ramai.  Kiara Condong, tandanya perjalanan kita dimulai dari Bandung. Bandung yang terletak di Propinsi Jawa Barat ini selain terkenal dengan gadis gadisnya yang cantik, Bandung juga  menawarkan berbagai tempat wisata, itulah kenapa kita memilih berlibur ke Bandung. Tujuan utama kita ke Bandung adalah kawah putih. 

Reskilling dan Upskilling Branding dan Digital Marketing - BMTI Cimahi

 Assalamualaikum teman-teman.. Kali ini aku bakal sedikit cerita pengalaman mengenai Re dan Upskilling yang diadain oleh BPPMPV BMTI Cimahi Jawa Barat. Sebenernya, sebelumnya berangkat, agak sedikit bimbang, akan berangkat atau nggak. Harus meninggalkan aktifitas dan rutinitas sehari-hari dan yang paling berat adalah meninggalkan bocil selama 3 minggu lamanya. First time ninggalin bocil 2,5 tahun ini agak lama Akhirnya bismillah karna ini kesempatan nggak tau bakal ada lagi, akhirnya aku ambil.  Berangkat, Minggu 5 Februari, ambil kereta Argo Wilis jam 11.00. Sampai Stasiun Bandung jam 17.15. Dari Stasiun Bandung menuju Cimahi naik GoCar kurang lebih 30-40 menit. Check-in Wisma Waskita, Makan Malam dan menuju Kamar. Alhamdulillah dapat di lantai 2, naik tangga sekali aja wkwk Re dan Upskilling ini menggunakan 3 skema, yaitu 2 minggu Diklat tatap muka, 2 hari Uji Kompetensi Keahlian dan  5 hari Magang Industri. Sebelumnya aku juga merasa agak cemas karena nggak tau apa yan...

Kenapa Anak Sekarang Jarang Ngaji di TPA?

Beberapa sore, saya sering memperhatikan anak-anak kecil di sekitar rumah. Mereka berlarian, tertawa, bersepeda ke sana kemari. Pemandangan yang sebenarnya hangat dan menyenangkan. Namun di sisi lain, ada satu hal yang membuat saya berpikir di waktu yang sama, kegiatan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) sedang berlangsung. Tapi tidak semua anak hadir di sana. Sore hari yang seharusnya menjadi waktu produktif untuk belajar mengaji dan pembinaan karakter, seringkali berubah menjadi waktu bermain tanpa arah. Anak-anak berkumpul di luar rumah, larut dalam permainan, bahkan terkadang lupa waktu. Di sisi lain, sebagian orang tua tampak kurang memberikan perhatian atau dorongan agar anak mengikuti kegiatan TPA. Apakah ini menjadi kesalahan Anak? Oh tentu tidak sepenuhnya. Anak usia SD mereka memiliki kecenderungan untuk bermain. yang menjadi masalah adalah kurangnya arahan dan pembiasaan dari lingkungan sekitar. Orang tua memiliki peran utama dalam membentuk kebiasaan anak. Bukan soal ...