Ibu dua anak yang ternyata sedang mencarikan Sekolah Dasar untuk anaknya itu adalah Aku. Kayaknya belum lama nglahirin anak pertama, eh ternyata sekarang waktunya ikut fomo huru hara cari sekolah. Orang tua zaman sekarang, terutama di Jogja, sudah prepare banget untuk urusan mencari SD buat anaknya. Belakangan aku sering mendengar cerita tentang sekolah-sekolah yang sudah membuka pendaftaran jauh-jauh hari. Bahkan, ada yang rela mengindenkan anaknya sejak masih bayi. Oh myyyyyy...
Wah... ternyata dunia persekolahan sekarang memang sekompetitif itu ya. Awalnya ku kira mencari sekolah cukup dengan melihat gedung yang bagus, fasilitas yang lengkap, atau nama sekolah yang sedang populer. Ternyata setelah mulai mencari informasi sendiri, saya baru sadar kalau memilih sekolah jauh, jauuuh lebih kompleks dari itu.
Sekitar dua tahun yang lalu kita sempat mengunjungi beberapa sekolah. Dari semuanya, ada sekolah yang langsung menarik perhatian kami. Sebut saja Sekolah A.
Saat itu kami merasa, "Wah, ini sepertinya cocok."
Namun seiring waktu, kami mulai melihat lebih dalam. Ternyata ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari jarak rumah yang cukup jauh, lalu lintas Jogja saat rush hour, program sekolah yang kurang sejalan dengan visi keluarga, hingga pola keterlibatan orang tua yang terasa kurang sesuai dengan kebiasaan kami.
Dari situ kami belajar bahwa mencari sekolah bukan sekadar mencari sekolah yang bagus, tetapi sekolah yang pas.
Pas dengan anaknya, pas dengan orang tuanya, dan pas dengan kehidupan keluarga yang akan menjalaninya setiap hari.
Menurut kami, sekolah yang baik adalah sekolah yang sejalan dengan visi dan misi keluarga. Karena sekolah bukan hanya tempat anak belajar membaca, menulis, atau berhitung. Di sanalah mereka belajar berteman, menghargai orang lain, menyelesaikan masalah, dan membentuk karakter.
Sebelum bertanya, "Sekolah mana yang paling terkenal?", mungkin lebih baik bertanya kepada diri sendiri, "Nilai-nilai apa yang ingin kami tanamkan kepada anak?" - ini yang menjadi dasar kami mencari sekolah untuk anak kami.
Bagi kami, ada beberapa hal yang penting dipertimbangkan sebelum memilih sekolah: jarak, program sekolah, keterlibatan orang tua, dan tentu saja biaya pendidikan. Semua itu akan memengaruhi perjalanan anak dan keluarga selama bertahun-tahun.
Dan satu hal yang selalu saya ingatkan untuk diriku sendiri adalah: jangan memilih sekolah karena gengsi.
"Pokoknya harus masuk sekolah A." "Katanya sekolah itu yang paling bagus." "Teman-temannya masuk ke sana semua." "Takut ketinggalan." Pokoknya pikiran fomo semacam itulah.
Kalimat-kalimat seperti itu pasti sudah sering kita dengar. Padahal, sekolah yang cocok untuk keluarga lain belum tentu cocok untuk keluarga kita. Sekali lagi, sekolah yang bagus untuk si A, belum tentu bagus untuk si B. Apalagi mengorbankan anak demi kepuasan diri sendiri (orangtua), menuruti gengsi orangtua. ahhh kasihan deh psikis anaknya.
Menurut kami, tidak ada sekolah yang benar-benar sempurna. Yang ada hanyalah sekolah yang paling sesuai dengan karakter anak, nilai-nilai keluarga, dan kemampuan finansial orang tua.
Karena pada akhirnya, sehebat apa pun sekolahnya, rumah tetap menjadi tempat pendidikan pertama. Guru mendampingi anak selama beberapa jam setiap hari, tetapi orang tualah yang membersamai mereka sepanjang hidup.
Semoga setiap orang tua dimudahkan menemukan sekolah yang tepat. Bukan yang paling terkenal atau paling bergengsi, tetapi yang benar-benar menjadi tempat terbaik bagi anak untuk tumbuh menjadi versi terbaik dirinya.
Tetap Semangat membersamai anak-anak ya Ayah Ibu.

Komentar